ritaherlina

sulit tidur

July 8, 2008 · 2 Comments

Bagi sebagian orang, tidur bukanlah pekerjaan mudah sehingga dapat mengakibatkan kehilangan kekuatan, kerusakan pada sistem kekebalan dan meningkatkan tekanan darah.Selengkapnya artikel tentang tidur di sini
Ada yang sulit tertidur,sering terjaga saat tidur,atau hanya dapat tidur sebentar-sebentar. Berbagai gangguan tidur tersebut biasanya disebut dengan insomnia.
Seseorang yang menderita insomnia biasanya akan mengalami penurunan stamina,terlihat lesu, lemas,stres, sulit berkonsentrasi,hingga mudah tersinggung.

Di Buku Applications in Self-Management (Brian T. Yates, 1986) terdapat daftar untuk mendiagnosis masalah tidur.
Anda mungkin memiliki masalah tidur jika beberapa dari hal-hal berikut terjadi pada anda:
• Anda merasa lelah dan tertekan pada waktu pagi hari atau malam hari.
• Anda memiliki lingkaran gelap dan membengkak di sekitar mata anda.
• Anda jatuh tertidur di pesta atau setelah makan malam di rumah orang.
• Anda kurang aktif dan memiliki sedikit hubungan sosial.
• Anda merasa seperti kehilangan fokus perhatian yang membuat anda tidak dapat merespon rangsangan dari luar dan membuat anda sensitif terhadap hal lainnya.
• Anda sangat sensitif terhadap rangsangan internal seperti sakit perut (maag) atau kejang-kejang.
• Anda sering tidak dapat tidur, tidur tidak nyenyak ataupun bangun terlalu dini.
• Anda takut menghadapi malam hari karena anda susah tidur.
• Anda mudah tersinggung atas hal-hal yang tidak penting.
• Anda mengkonsumsi obat-obat tidur dalam beberapa bulan terakhir.
• Anda sering menggunakan rokok, alkohol atau obat-obatan untuk menenangkan diri dan membantu anda untuk tidur.
• Anda kecanduan obat-obatan, terutama yang mengandung zat penenang.

Jika ada salah satu dari sejumlah daftar tersebut terjadi pada anda, maka dapat dipastikan anda telah mengalami masalah dalam tidur.

adapun Jenis-jenis Penyakit Tidur, yaitu:

1. Insomnia (kesulitan untuk mulai tidur atau tetap tertidur)
Insomnia adalah suatu gangguan tidur yang dialami oleh penderita dengan gejala-gejala selalu merasa letih dan lelah sepanjang hari dan secara terus menerus (lebih dari sepuluh hari) mengalami kesulitan untuk tidur atau selalu terbangun di tengah malam dan tidak dapat kembali tidur. Seringkali penderita terbangun lebih cepat dari yang diinginkannya dan tidak dapat kembali tidur.
Insomnia biasanya disebabkan oleh stres, obat-obatan, rasa sakit, penyakit, lingkungan yang berisik, bahkan obat tidur.

Pada insomnia jangka panjang, disebabkan oleh kondisi kesehatan seperti depresi, dan juga dapat disebabkan oleh pemakaian narkoba atau alkohol secara kronis, pemakaian secara berlebihan minuman yang mengandung kafein, dan penyalahgunaan obat tidur

Pada insomnia jangka pendek yang berlangsung sampai tiga minggu dapat disebabkan oleh kegelisahan,gugup, dan ketegangan fisik dan mental.

Ada tiga jenis gangguan insomnia, yaitu: susah tidur (sleep onset insomnia), selalu terbangun di tengah malam (sleep maintenance insomnia), dan selalu bangun jauh lebih cepat dari yang diinginkan (early awakening insomnia).

Gangguan tidur insomnia merupakan gangguan yang belum serius jika anda alami kurang dari sepuluh hari. Untuk mengatasi gangguan ini kita dapat menggunakan teknik-teknik relaksasi dan pemrograman bawah sadar. Yang penting kita harus dapat menjaga keseimbangan frekuensi gelombang otak agar sesering mungkin berada dalam kondisi relaks dan meditatif sehingga ketika kita harus tidur kita tidak mengalami kesulitan untuk menurunkan gelombang otak ke frekuensi delta.

Insomnia dapat memberi efek pada kehidupan seseorang, antara lain :
-Efek fisiologis. Karena kebanyakan insomnia diakibatkan oleh stress, terdapat peningkatan noradrenalin serum, peningkatan ACTH dan kortisol, juga penurunan produksi melatonin.
-Efek psikologis. Dapat berupa gangguan memori, gangguan berkonsentrasi , irritable, kehilangan motivasi, depresi, dan sebagainya.
-Efek fisik/somatik. Dapat berupa kelelahan, nyeri otot, hipertensi, dan sebagainya.
-Efek sosial. Dapat berupa kualitas hidup yang terganggu, seperti susah mendapat promosi pada lingkungan kerjanya, kurang bisa menikmati hubungan sosial dan keluarga.
-Kematian. Orang yang tidur kurang dari 5 jam semalam memiliki angka harapan hidup lebih sedikit dari orang yang tidur 7-8 jam semalam. Hal ini mungkin disebabkan karena penyakit yang menginduksi insomnia yang memperpendek angka harapan hidup atau karena high arousal state yang terdapat pada insomnia mempertinggi angka mortalitas atau mengurangi kemungkinan sembuh dari penyakit. Selain itu, orang yang menderita insomnia memiliki kemungkinan 2 kali lebih besar untuk mengalami kecelakaan lalu lintas jika dibandingkan dengan orang normal

2. Hypersomnia
Gangguan ini adalah kebalikan dari insomnia. Seringkali penderita dianggap memiliki gangguan jiwa atau malas. Para penderita hypersomnia membutuhkan waktu tidur yang sangat banyak dari ukuran normal. Meskipun penderita tidur melebihi ukuran normal, namun mereka selalu merasa letih dan lesu sepanjang hari. Namun gangguan ini tidaklah terlalu serius dan dapat diatasi sendiri oleh penderita dengan menerapkan prinsip-prinsip manajemen diri

3. Apne Tidur (kesulitan bernapas selama tidur)
Apnea merupakan salah satu gangguan tidur yang cukup serius.Mendengkur keras, mengantuk pada siang hari, dan keletihan merupakan tanda yang paling umum.
Sebagian besar orang tidak menyadari mempunyai masalah ini. Pengobatan apne tidur dapat melibatkan perubahan dalam posisi tidur, kehilangan berat badan, atau intervensi lain yang serupa.

Faktor risiko terkena gangguan ini antara lain:
-kelebihan berat badan (overweight)
-usia paruh baya terutama pada wanita, atau usia lanjut (lansia) yang pernah mengalami ketergantungan obat

Apnea adalah penyakit yang disebut juga ”to fall asleep at the wheel” karena sering dialami ketika penderita sedang mengemudikan mobil. Apnea terjadi karena fluktuasi atau irama yang tidak teratur dari denyut jantung dan tekanan darah. Ketika terserang, penderita seketika merasa mengantuk dan jatuh tertidur. Penderita apnea mengalami kesulitan bernafas bahkan berhenti bernafas pada saat tidur ketika terserang gangguan ini (dalam bahasa Jawa disebut ”tindihan”. Fluktuasi denyut jantung dan tekanan darah yang tinggi dapat menyebabkan kematian seketika pada penderita.

4. Narkolepsy (kelainan tidur neurologi)
Narcolepsy adalah gangguan tidur yang diakibatkan oleh gangguan psikologis dan hanya bisa disembuhkan melalui bantuan pengobatan dari seorang dokter ahli jiwa.Pengobatan dan perubahan gaya hidup dapat membantu mengatasi gejala narkolepsi.
Gejalanya dapat mencakup kantuk siang hari yang kronis, serangan rasa lemah pada otot, halusinasi seperti kehidupan, dan lumpuh saat tertidur atau waktu bangun.
Penyakit ini berbeda dengan insomnia yang terjadi secara terus menerus. Justru penderita narcolepsy ini terkena serangan secara mendadak pada saat yang tidak tepat, seperti sedang memimpin rapat, biasanya terjadi serangan pada kondisi emosi yang tegang seperti marah, takut atau jatuh cinta. Serangan narcolepsy dapat melumpuhkan seseorang dalam beberapa menit ketika dia masih sadar dan secara tiba-tiba membawanya ke alam mimpi

Untuk gangguan atau penyakit yang serius seperti narcolepsy maupun apnea, kita harus berkonsultasi dengan dokter ahli, karena mengabaikan gangguan tersebut dapat berakibat fatal (mematikan) bagi penderita

5. Perilaku Menyimpang
Gangguan tidur lainnya seperti berbicara atau berjalan dalam keadaaan tidur, ataupun menggertakkan gigi merupakan gangguan tidur yang tidak berbahaya. Namun berbahaya jika berjalan dalam tidur menemui obyek yang berbahaya (benda tajam, api, dll) atau terjatuh.
Gangguan berbicara dalam tidur hanya akan mengganggu teman sekamarnya. Sedangkan menggertak gigi dapat merusak email gigi. Penyakit menggertak gigi ini disebut dengan bruxism.

Gangguan lingkungan juga dapat memainkan peranan dalam kesulitan tidur kita. Lingkungan tidur yang mengacaukan pikiran seperti ruangan yang terlalu panas atau dingin, terlalu berisik atau terlalu terang dapat menggangu tidur nyenyak. Pengaruh lain untuk diperhatikan termasuk kenyamanan dan ukuran tempat tidur kita. Jika kita harus berbaring di samping seseorang yang mendengkur, tidak dapat tidur atau tetap tidak tertidur, atau mempunyai kesulitan tidur lain, sering kali ini menjadi masalah kita juga.

Faktor kejiwaan, terutama stres, dianggap oleh sebagian besar ahli tidur menjadi penyebab utama kesulitan tidur jangka pendek. Biasanya masalah tidur menghilang setelah keadaan yang penuh tekanan berlalu. Namun, jika masalah tidur jangka pendek tidak diatasi dengan baik sejak awal, keadaan ini bisa berlangsung lama setelah stres yang sesungguhnya berlalu.

Insomnia dapat muncul bila dicurigai terjadi depresi. Banyak orang yang depresi mengeluhkan insomnia tanpa mengetahui bahwa mereka mengalami depresi. Jika kita kehilangan semangat dalam kegiatan yang sebelumnya kita senangi atau jika kita merasa putus asa atau mau bunuh diri, masalah tidur kita mungkin diakibatkan depresi. Bicarakan dengan dokter mengenai masalah tidur apa pun yang lagi-lagi timbul atau berlangsung selama lebih dari satu minggu. Bila depresi diobati, masalah tidur yang menyertainya biasanya menghilang

bagaimana mengatasi gangguan ini???? lihat di sini

Categories: Clinical · Info
Tagged:

2 responses so far ↓

  • aldo // July 14, 2008 at 11:52 am

    ada artikel tentang APNEA ga,maksudnya yang lebih mendetail gitu,kalo ada minta linknya dong.soalnya kurasa itu udah jadi sugesti bahwa merupakan “tindihan”.makanya pengen tau kebenarannya aja.tolong ya..

    italina89:
    coba cari di gugel, pasti lengkap..
    mungkin pake kata “tindihan” lebih banyak dibandingkan kata “apnea”

  • ernest_meikel // November 25, 2008 at 9:55 am

    waaaah….
    buku ini sangat membantu Tugas Akhir saya nih krn TA saya memang saya piLih untuk bikin kampanye sosiaL mengatasi Insomnia..
    scara saya jg salah satu penderita insomnia kronis..hehe..
    Buku ini masi djuaL ga yaa d pasaran..???
    trus harganya brapa sih?
    trimakasi….

    italina89:
    waduh..kurang tau ya..maaf..

Leave a Comment